Cara Pinjam Uang Online 5 Menit Acc

Cara Pinjam Uang Online

Pinjam Uang OnlineKeadaan ekonomi yang pasang surut menyebabkan sebagian orang membutuhkan dana cepat untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup. Dalam kondisi ini banyak masyarakat yang mencari pinjaman dana, baik ke kerabat dekat, bank, pegadaian, maupun fintech. Tidak sembarangan tempat bisa didatangi untuk melakukan peminjaman dana. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum meminjam dana, seperti surat izin OJK, tanda terdaftar OJK, maupun surat legalitas perusahaan yang bersangkutan.
Pada zaman sekarang yang diimbangi dengan meningkatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyebabkan banyak hal dilakukan secara digital, tidak terkecuali dalam pinjam uang. Belakangan ini marak orang mencari pinjam uang online dalam melakukan pinjaman dana. Pasalnya, pinjam uang online dinilai lebih efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun, Anda juga harus berhati-hati dalam melakukan pinjam uang online, karena banyak fintech-fintech ilegal yang beredar luas tanpa legalitas hukum dan usaha yang jelas.

Apa itu Pinjam Uang Online?

Pinjam uang online adalah kegiatan meminjam dana yang dilakukan secara online tanpa tatap muka secara langsung. Dalam bahasa kesehariannya biasa disebut Pinjaman Online (Pinjol). Perusahaan yang menyelenggarakan pinjaman online ini biasanya disebut fintech. Fintech (Financial Technology) merupakan sebuah inovasi dalam bidang keuangan yang menggabungkan sistem keuangan dan teknologi dalam rangka memudahkan mekanisme transaksi keuangan. Fintech landing biasa disebut juga Peer to Peer Lending atau P2P landing.
Dasar hukum yang mengatur tentang pinjaman online ini adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (POJK 77/2016). Berdasarkan peraturan tersebut, fintech landing atau Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender/pemberi pinjaman dengan debitur/borrower/penerima pinjaman berbasis teknologi informasi.

Apa Pinjam Uang Online Aman?

Pinjam uang online akan aman-aman saja apabila Anda meminjamnya di perusahaan fintech landing yang sudah berizin atau terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini karena perusahaan tersebut telah legal dan diawasi oleh OJK dalam mekanisme transaksi keuangannya. Berbeda halnya jika Anda melakukan pinjam uang online di perusahaan fintech landing yang belum atau tidak terdaftar di OJK. Hal ini berarti Anda telah melakukan pinjaman di perusahaan ilegal yang mana mekanisme transaksinya tidak diawasi dan dipertanggung jawabkan oleh OJK. Oleh karena itu, lebih baik Anda memeriksa dulu legalitas suatu fintech landing sebelum memutuskan untuk melakukan pinjam uang online.

Apa Keuntungan Pinjam Uang Online?

Banyaknya orang yang memutuskan untuk pinjam uang online dengan cara pinjam uang online terbaru tentunya bukan tanpa alasan. Kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan pinjaman online membuat banyak masyarakat yang sedang membutuhkan dana cepat segera mengajukan aplikasi pinjaman online. Adapun, keuntungan atau keunggulan pinjam uang online dibandingkan pinjaman di bank dan/atau tempat lainnya, antara lain sebagai berikut.

Cepat

Jasa Pinjam uang online memakan waktu yang jauh lebih singkat, mulai dari pengajuan pinjaman, verifikasi berkas, hingga persetujuan. Biasanya pengajuan pinjam uang online akan selesai dalam jangka waktu 24 jam. Sangat berbeda apabila mengajukan pinjaman di bank yang bisa memakan waktu hingga 1 sampai 2 minggu.

Persyaratan Mudah

Persyaratan pinjam uang online lebih mudah dibandingkan dengan persyaratan pengajuan pinjaman di tempat lain, contohnya bank. Biasanya pinjam uang online hanya mensyaratkan foto KTP beserta pasfoto selfi bersama KTP dengan dokumen pendukung lainnya sesuai persyaratan yang dibutuhkan.

Online

Pengajuan pinjam uang online dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun hanya dengan bermodalkan smartphone saja. Fleksibilitas waktu inilah yang banyak orang cari.

Fleksibilitas Tenor Pinjaman

Dibandingkan dengan lembaga keuangan lain, pinjam uang online memiliki tenor pinjaman yang lebih bervariasi mulai dari 30 hari, sampai dengan beberapa tahun. Fleksibilitas tenor pinjaman juga menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Hal ini berbeda dengan lembaga keuangan lain yang biasanya menawarkan tenor minimal 6 bulan.

Plafon Pinjaman Bervariasi

Selain tenor pinjaman yang fleksibel, pinjam uang online juga menawarkan plafon pinjaman yang bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga berjuta-juta. Ketentuan ini sangat cocok dengan nasabah yang sedang membutuhkan dana dalam jumlah kecil maupun besar.

Bisa Tanpa Agunan

Keuntungan pinjam uang online selanjutnya adalah bisa diajukan tanpa adanya agunan. Sekarang banyak fintech landing yang menawarkan pinjaman online tanpa jaminan. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri kepada para masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman tanpa diharuskan memberikan aset sebagai jaminan.

Berapa Bunga Pinjam Uang Online?

Persoalan besarnya bunga pinjaman yang dikenakan kerap kali menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Apabila Anda mengajukan pinjaman online maka bunga yang dibebankan jauh lebih tinggi dibandingkan bunga di perbankan atau pun di pegadaian. Hal ini merupakan salah satu faktor sekaligus risiko yang harus debitur tanggung apabila mengajukan pinjam uang online. Namun, dalam pelaksanaan mekanisme transaksi pinjam uang online telah memiliki pedomannya tersendiri yang diatur dalam Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI). Adapun ketetapan AFPI tentang pengenaan suku bunga dan/atau total biaya-biaya pinjaman online, antara lain:

  • Bunga maksimum per hari sebesar 0,8%

Hal ini berarti pihak fintech landing dilarang memberikan suku bunga lebih tinggi dari 0,8% per harinya, dimana 0,8% per hari merupakan suku bunga tertinggi yang bisa dikenakan.

  • Total biaya

    dan bunga maksimum 100% dari pinjaman pokok

Hal ini berarti pihak fintech landing hanya diperbolehkan memberikan total biaya pinjaman dan bunga paling banyak sebesar 100% dari jumlah pinjaman pokok. Sebagai contoh, jika seorang debitur meminjam uang sebesar Rp 2 juta maka total biaya dan bunga maksimum yang bisa diberikan adalah Rp 2 juta.

Terdaftar di OJK

Tidak semua pinjam uang online terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjam uang online sebaiknya memeriksa legalitas perusahaan fintech landing terlebih dahulu.

Apakah Pinjam Uang Online Terdaftar di OJK?

Di Indonesia tidak semua perusahaan yang bergerak di bidang keuangan terdaftar dan berizin di OJK. Ini artinya terdapat perusahaan yang legal (resmi) dan ada juga yang ilegal (tidak resmi). Begitu pula di fintech atau layanan pinjam uang online.Tidak semua penyelenggara fintech terdaftar dan berizin OJK.
Tercatat hingga 19 Februari 2020, jumlah total penyelenggara fintech terdaftar dan berizin OJK adalah sebanyak 161 perusahaan. OJK telah membatalkan tanda bukti terdaftar sebagai penyelenggaran fintech landing kepada 3 perusahaan, yaitu PT Pinjam Meminjam Global (Pinjam), PT Nusantara Digital Techno (Plaza Pinjaman), dan PT Unikas Indonesia Pasifik (AdaKita). Dalam melakukan pinjam uang online, OJK sangat menghimbau kepada masyarakat agar meminjam uang di fintech p2p landing yang telah terdaftar dan/atau berizin OJK.

Apa saja Pinjam Uang Online yang Terdaftar di OJK?

Berdasarkan data resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat per 14 Agustus 2020 terdapat 157 perusahaan fintech landing di Indonesia yang telah terdaftar dan berizin OJK. Dimana sebanyak 33 perusahaan fintech landing telah memiliki tanda berizin, sedangkan sebanyak 124 perusahaan fintech landing lainnya telah terdaftar di OJK. Adapun, perusahaan-perusahaan fintech landing yang telah mengantongi izin dan terdaftar di OJK antara lain seperti:

  1. Danamas – PT Pasar Dana Pinjaman
  2. Investree – PT Investree Radhika Jaya
  3. Amartha – PT Amartha Mikro Fintek
  4. DOMPET Kilat – PT Indo Fin Tek
  5. KIMO – PT Creative Mobile Adventure
  6. TOKO MODAL – PT Toko Modal Mitra Usaha
  7. UANGTEMAN – PT Digital Alpha Indonesia
  8. Modalku – PT Mitrausaha Indonesia Grup
  9. KTA KILAT – PT Pendanaan Teknologi Nusa
  10. Kredit Pintar – PT Kredit Pintar Indonesia
  11. Tunai Kita – PT Digital Tunai Kita
  12. Dan sebagainya

*Untuk mengetahui daftar lengkap perusahaan fintech landing yang berizin dan terdaftar di OJK, Anda bisa mengeceknya di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan.

Tempat Pinjam Uang Online

Agar bisa mengajukan pinjam uang online, terlebih dahulu Anda harus mengetahui perusahaan fintech landing apa saja yang menyediakannya. Pinjam uang online dapat dilakukan melalui aplikasi maupun laman tergantung ketentuan yang diterapkan fintech landing. Selain itu, sebelum mengajukan pinjaman Anda juga harus memeriksa legalitas usaha fintech landing tersebut agar pinjaman Anda aman dan terpercaya.

 Pinjam Uang Online Dimana saja?

Berikut beberapa contoh fintech landing yang menyediakan pinjam uang online aman dan terpercaya karena telah berizin dan terdaftar di OJK.

Uang Teman

Uang Teman merupakan nama platform dari PT Digital Alpha Indonesia yang telah mengantongi izin OJK sejak 24 Mei 2019 berdasarkan KEP-50/D.05/2019. Uang Teman telah menjadi aplikasi pinjam uang online 24 jam pertama di Indonesia yang berjalan mulai tahun 2015. Produk pinjaman yang ditawarkan Uang Teman adalah pinjaman jangka pendek dengan tenor maksimal 30 hari, cepat cair, dan tanpa agunan.
Berikut detail pinjam uang online yang ditawarkan Uang Teman.

  • Plafon yang ditawarkan untuk pinjaman pertama sebesar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
  • Tenor pinjaman maksimal 30 hari.
  • Suku bunga pinjaman mulai dari 0,8% per hari dan terus menurun di pinjaman selanjutnya.

Julo

Julo merupakan nama platform dari PT Julo Teknologi Finansial yang telah mengantongi izin OJK sejak 19 Mei 2020 berdasarkan KEP–16/D.05/2020. Julo adalah aplikasi pinjam uang online cepat cair, tanpa kartu kredit, dan tanpa jaminan di Indonesia.
Berikut detail pinjam uang online yang ditawarkan Julo.

  • Plafon pinjaman mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 8 juta.
  • Suku bunga sebesar 0,33% per hari.
  • Fleksibilitas tenor pinjaman, mulai dari cicilan per hari, 1 bulan, hingga 6 bulan.

Dana Rupiah

Dana Rupiah merupakan nama platform dari PT Layanan Keuangan Berbagi yang telah mengantongi izin OJK sejak 19 Mei 2020 berdasarkan KEP–18/D.05/2020. Dana Rupiah menawarkan pinjam uang online tanpa jaminan dengan limit pinjaman mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 2 juta.
Berikut syarat pengajuan pinjaman dari Dana Rupiah.

  • WNI dan telah memiliki e-KTP Indonesia
  • Berusia lebih dari 18 tahun
  • Verifikasi dan detail informasi rekening bank
  • Kartu tanda karyawan
  • Informasi kontak keluarga/teman/rekan kerja

Indodana

Indodana merupakan nama platform dari PT Artha Dana Teknologi yang telah mengantongi izin OJK sejak 19 Mei 2020 berdasarkan KEP-15/D.05/2020. Agar bisa melakukan pinjam uang online di Indodana maka debitur harus mempunyai pekerjaan tetap dan rekening bank atas nama sendiri.
Berikut detail pinjaman yang ditawarkan Indodana.

  • Plafon pinjaman sampai dengan Rp 8 juta.
  • Tenor pinjaman mulai dari 61 hari sampai dengan 180 hari (6 bulan).
  • Suku bunga maksimum sebesar 96% per tahun yang dihitung berdasarkan metode anuitas atau suku bunga efektif.

Dana Bijak

Dana Bijak merupakan nama platform dari PT Digital Micro Indonesia yang telah mengantongi tanda terdaftar di OJK sejak 08 Juni 2018 berdasarkan S-381/NB.213/2018. Dana Bijak adalah fintech landing yang menawarkan pinjam uang online dengan jaminan KTP untuk WNI yang berdomisili di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).
Berikut detail pinjam uang online yang ditawarkan Dana Bijak.

  • Tenor pinjaman untuk nasabah baru hingga 30 hari, sedangkan nasabah lama bisa sampai 90 hari.
  • Layanan pinjam uang online selama 24 jam.
  • Nasabah lama bisa memperoleh keuntungan yang lebih, seperti potongan biaya layanan, tenor pinjaman yang lebih panjang, dan plafon pinjaman yang lebih besar.

Cara Pinjam Uang Online

Pinjam uang online juga memiliki prosedur, syarat, dan ketentuannya tersendiri yang menentukan kelayakan diterima tidaknya pengajuan pinjaman online. Berikut akan dirangkumkan beberapa cara agar pinjam uang online dapat diterima, kenapa bisa ditolak, dan apa saja tips apabila melakukan pinjam uang online.

 Cara agar Pinjam Uang Online di Acc

Agar pengajuan pinjam uang online di terima, perhatikan hal-hal berikut.

  1. Kelengkapan Berkas Persyaratan

Agar pinjam uang online disetujui maka Anda harus memerhatikan ketentuan dan persyaratan yang diminta fintech landing. Siapkan semua berkas persyaratan yang dibutuhkan dan lengkapi formulir pengajuan pinjaman sesuai dengan data-data yang valid atau benar.

  1. Lolos Verifikasi Data

Jika Anda ingin pengajuan pinjam uang online diterima maka Anda harus lolos verifikasi berkas dan/atau data terlebih dahulu. Hal ini dilihat dari informasi yang Anda isikan di formulir pengajuan pinjaman apakah valid atau tidak. Jika fintech landing menemukan ketidaksesuaian data atau ada data yang tidak valid maka ini bisa menjadi risiko ditolaknya pinjam uang online.

  1. Memiliki Riwayat Kredit Baik

Jika Anda memiliki riwayat kredit yang baik yang dibuktikan dengan skor BI checking (sekarang SLIK OJK) 1 atau 2, maka pengajuan pinjam uang online Anda akan memiliki kemungkinan besar diterima. Terlebih jika Anda mengajukan pinjam uang online di fintech landing yang memasukkan BI checking dalam persyaratannya. Hal ini karena skor BI checking yang baik membuktikan bahwa Anda memiliki riwayat pembayaran kredit yang lancar.

  1. Penghasilan Memadai

Penghasilan yang memadai atau sesuai dengan plafon pinjaman yang diajukan akan menjadi salah satu peluang diterimanya aplikasi pinjaman seseorang. Hal ini karena fintech landing seringkali menerapkan minimal penghasilan untuk bisa melakukan pinjam uang online. Ketentuan ini diterapkan untuk mengukur kemampuan debitur untuk membayar dan melunasi pinjamannya tepat waktu.

Kenapa Pinjam Uang Online Ditolak?

Banyak orang masih merasa bingung kenapa aplikasi pinjam uang online tidak diterima oleh fintech landing. Berikut beberapa alasan yang bisa membuat aplikasi pinjam uang online ditolak.

  1. Tidak Mengizinkan Akses yang Diminta

Sebagian besar pinjam uang online dilakukan melalui aplikasi. Biasanya pihak fintech landing akan meminta akses kontak HP maupun akses lainnya. Jika Anda menolak mengizinkan maka secara otomatis aplikasi tersebut tidak bisa berjalan semestinya untuk membantu Anda melakukan pinjam uang online.

  1. Gagal Verifikasi Data

Kesalahan kedua yang bisa menyebabkan aplikasi pinjaman gagal di proses adalah kegagalan dalam verifikasi data. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksesuaian data peminjam, lokasi rumah, kantor, dan sebagainya. Selain itu, jika kontak orang lain yang dikenal debitur tidak bisa dihubungi juga bisa menjadi salah satu penghambat diterimanya pinjam uang online. Kegagalan verifikasi data ini ditentukan dari validitas data yang diisikan pada formulir pengajuan pinjaman.

  1. Penghasilan Tidak Memadai

Jika plafon pinjaman yang debitur ajukan jauh melampaui kemampuannya membayar maka aplikasi pinjaman tesebut bisa saja ditolak. Biasanya fintech memiliki ketentuan minimal penghasilan per bulan untuk bisa meminjam. Oleh karena itu akan lebih baik jika plafon pinjaman yang diajukan disesuaikan dengan besar penghasilan Anda. Hal ini akan mempermudah Anda dalam membayar angsuran.

  1. Riwayat Kredit Jelek

Jika fintech landing yang Anda tuju menerapkan BI checking (sekarang SLIK OJK) maka riwayat kredit jelek akan menjadi pertimbangan penting penyebab ditolaknya aplikasi kredit seseorang. Informasi kelancaran pembayaran kredit ini digunakan oleh berbagai lembaga keuangan sebagai salah satu indikator penting penentu diterima tidaknya aplikasi pinjaman. Oleh karena itu, sebaiknya debitur disiplin dalam membayar angsuran pinjaman secara tepat waktu agar mendapat skor SLIK OJK yang baik.

Tips Pinjam Uang Online

Sebelum memutuskan untuk pinjam uang online, sebaiknya perhatikan tips-tips berikut.

  1. Tentukan Prioritas Kebutuhan Dana

Segala macam pinjaman pastinya mengenakan suku bunga tertentu dalam mekanisme pembayarannya. Besar suku bunga ini bervariasi, mulai dari suku bunga yang relatif rendah hingga tinggi. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjam uang online sebaiknya Anda menentukan prioritas kebutuhan dana tersebut. Apakah dana tersebut benar-benar Anda butuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak? Jika tidak maka akan lebih baik Anda menunda atau tidak perlu mengajukan pinjam uang online. Namun, jika kebutuhan pinjam uang online itu sangat penting, maka pinjamlah di fintech yang legal dan bayar angsuran tepat waktu.

  1. Periksa Legalitas Fintech

Ketika Anda telah memutuskan untuk pinjam uang online maka pinjamlah di fintech landing yang telah resmi terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini legalitas perusahaan tersebut sudah jelas karena telah terdaftar dan diawasi OJK. Dengan melakukan hal ini secara tidak langsung Anda telah mengambil pinjaman yang aman dan dapat dipercaya.

  1. Ketahui Besar Suku Bunga

Mengetahui besarnya suku bunga yang dikenakan fintech landing merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya dari besar suku bunga inilah Anda akan mengetahui apakah pinjaman yang Anda ajukan dapat Anda lunasi atau tidak. Hal ini karena suku bunga sangat memengaruhi besarnya pengembalian pinjaman. Usahakan lakukan perbandingan tingkat suku bunga beberapa fintech landing agar Anda bisa mendapatkan fintech yang mengenakan tingkat suku bunga paling rendah (dibawah 0,8% per hari).

  1. Pahami Perjanjian Kredit

Memahami perjanjian kredit sangat perlu dilakukan debitur untuk mengetahui berbagai hal-hal terkait mekanisme pinjaman yang ditetapkan fintech landing sebelum akhinya disetujui. Hal-hal yang terkait perjanjian kredit ini dapat berupa besar suku bunga pinjaman, denda apabila menunggak pembayaran, tata cara penagihan pinjaman, dan sebagainya.

  1. Disiplin Bayar Angsuran

Setelah pinjam uang online Anda disetujui, maka Anda harus disiplin dalam membayar angsuran secara tepat waktu. Usahakan sisihkan 30% dari penghasilan Anda untuk membayar angsuran. Pembayaran angsuran pinjaman dengan tepat waktu penting untuk Anda lakukan agar tidak mendapat biaya denda dan menumpuknya bunga yang nantinya hanya akan memperberat beban Anda untuk melunasinya.

BI Checking

BI Checking merupakan layanan informasi yang memuat riwayat kredit seorang debitur (peminjam dana). Dalam BI Checking kelancaran kredit seorang debitur akan dinilai dengan rentang poin 1 sampai 5 yang menunjukkan apakah kredit debitur lancar, dalam perhatian khusus, tidak lancar, diragukan, atau bahkan macet. Informasi kelancaran kredit debitur ini kerap kali dipertukarkan antar bank dan/atau lembaga keuangan lainnya. Oleh karena itu, status BI Checking sering dikhawatirkan oleh para nasabah karena berdampak besar dalam diterima-tidaknya aplikasi pinjaman selanjutnya.

Apakah Pinjam Uang Online Masuk BI Checking?

Pertanyaan serupa seringkali ditanyakan banyak nasabah yang hendak mengajukan pinjam uang online maupun offline. Hal ini karena jika pinjam uang online masuk BI Checking maka akan berpengaruh dalam terkendalanya aplikasi pinjaman nasabah. Dalam menanggapi pertanyaan ini dibagi menjadi dua kategori yaitu status BI Checking di pinjam uang online legal (resmi) dan status BI Checking di pinjam uang online ilegal (tidak resmi).
Apabila Anda melakukan pinjam uang online di perusahaan legal maka ada kemungkinan bahwa aplikasi pinjaman Anda masuk BI Checking, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa perusahaan tidak memasukkan aplikasi pinjamannya ke dalam BI Checking. Hal ini berarti tergantung kebijakan perusahaan pinjam uang online atau fintech yang Anda tuju. Ada perusahaan pinjam uang online yang menerapkan BI Checking dan ada juga yang tidak menerapkan BI Checking.
Berbeda halnya jika Anda melakukan pinjam uang online di perusahaan ilegal, maka dapat dipastikan bahwa data nasabah akan aman dari BI Checking. Hal ini karena tidak mungkin sebuah perusahaan pinjam uang online ilegal menerapkan BI Checking dalam mekanisme pembayaran pinjaman. Oleh karena itu, status BI Checking Anda akan aman-aman saja. Meskipun demikian, akan lebih baik jika Anda melakukan pinjam uang online di perusahaan legal (resmi), karena perizinannya sudah jelas dan mekanisme usahanya sudah pasti dipertanggung jawabkan dan diawasi OJK.

Apa Dampak Pinjam Uang Online terhadap BI Checking?

Jika Anda mengajukan pinjam uang online di fintech ataupun perusahaan legal yang memasukkan BI Checking maka status kelancaran kredit Anda akan diperhitungkan atau dinilai. Dalam penilaiannya BI Checking akan memberikan skor kolektibilitas kepada debitur. Skor kolektibilitas inilah yang menunjukkan lancar tidaknya pembayaran kredit nasabah. Skor kolektibilitas terdiri dari angka 1 hingga 5. Adapun, keterangan masing-masing skor kolektibilitas dalam BI Checking, antara lain sebagai berikut.

  • Skor 1

Jika status BI Checking seorang debitur menunjukkan angka 1 maka dikategorikan sebagai kredit lancar. Hal ini berarti debitur tersebut mampu membayar angsuran pinjaman lengkap dengan bunganya secara rutin, disiplin, tanpa pernah menunggak membayar. Dalam kondisi ini dapat dikatakan bahwa status BI Checking nasabah tersebut aman yang berdampak pada kemudahan dalam persetujuan aplikasi pinjaman selanjutnya.

  • Skor 2

Jika status BI Checking seorang debitur menunjukkan angka 2 maka dikategorikan sebagai kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK). Hal ini berarti debitur tersebut mampu membayar dan melunasi pinjamannya, namun pernah menunggak membayar selama 1 hingga 90 hari lamanya. Dalam kondisi ini, biasanya aplikasi pinjaman akan tetap memiliki kemungkinan diterima, namun kapasitasnya lebih kecil dan dengan pertimbangan tertentu.

  • Skor 3

Jika status BI Checking seorang debitur menunjukkan angka 3 maka dikategorikan sebagai kredit tidak lancar. Hal ini berarti debitur tersebut pernah menunggak membayar angsuran selama 91 hingga 120 hari lamanya. Dalam kondisi ini, biasanya aplikasi pinjaman nasabah akan sulit diterima kembali karena status kreditnya yang tidak lancar.

  • Skor 4

Jika status BI Checking seorang debitur menunjukkan angka 4 maka dikategorikan sebagai kredit diragukan. Hal ini berarti debitur tersebut tercatat pernah menunggak membayar angsuran selama 121 hingga 180 hari lamanya. Biasanya perusahaan legal yang menerapkan BI Checking akan menghindari nasabah dengan status BI Checking kredit diragukan, sehingga kemungkinan besar aplikasi pinjaman tidak diterima.

  • Skor 5

Jika status BI Checking seorang debitur menunjukkan angka 5 maka dikategorikan sebagai kredit macet. Hal ini berarti debitur tersebut tercatat pernah menunggak membayar angsuran selama lebih dari 180 hari. Nasabah dengan status BI Checking kredit macet inilah yang paling dihindari. Dalam BI Checking, skor 3, 4, dan 5 dapat dikatakan telah masuk ke blacklist (daftar hitam) Bank Indonesia. Hal ini menyebabkan aplikasi pinjaman nasabah akan sulit sekali diterima oleh perusahaan legal yang menerapkan BI Checking.

Risiko

Segala sesuatu memiliki risiko atau konsekuensinya. Jika Anda memutuskan untuk pinjam uang online, maka konsekuensi yang harus Anda tanggung adalah membayar angsuran secara rutin hingga pinjaman lunas. Lalu, bagaimana jika pinjam uang online tidak dibayar? Bagaimana jika lama menunggak pembayaran? Apakah akan didatangi ke rumah? Pertanyaaan-pertanyaan tersebut seringkali menjadi pertanyaan para nasabah pinjam uang online. Oleh karena itu, berikut akan dipaparkan akibat atau risiko yang akan nasabah tanggung jika tidak membayar pinjaman online.

Bagaimana jika Pinjam Uang Online Tidak Dibayar?

Jika pinjaman online tidak dibayar, maka perusahaan fintech landing akan melakukan penagihan kepada nasabah. Upaya penagihan yang dilakukan mulai dari cara yang halus hingga berisiko datang ke rumah nasabah. Cara-cara yang biasa dilakukan, antara lain seperti SMS, WA reminder, telepon, dan kontak darurat.

Cara Perusahaan Fintech Landing Melakukan Penagihan

Perusahaan fintech landing akan melakukan hal-hal berikut apabila debitur tidak membayar pinjaman online.

  1. SMS/WA Reminder

Langkah pertama dan paling awal yang akan dilakukan pihak fintech landing untuk melakukan penagihan adalah dengan cara mengirimkan SMS pengingat bahwa pembayaran telah jatuh tempo. Biasanya SMS ini disertai dengan voice mail dengan tujuan kepantasan. Selain itu, saat ini juga banyak dari fintech landing yang melakukan SMS reminder ini melalui aplikasi WA (WhatsApp).

  1. Telepon

Jika upaya penagihan melalui SMS/WA reminder tetap diabaikan debitur, maka pihak perusahaan fintech landing akan berusaha menelepon debitur agar segera membayar angsuran pinjaman online. Sistem yang digunakan perusahaan sudah otomatis dan canggih, dimana pihak perusahaan tidak perlu menekan nomor telepon debitur, melainkan sistem akan mendial-nya secara otomatis. Selain itu, waktu penagihan juga telah disusun agar sesuai untuk melakukan penagihan pembayaran. Dalam melakukan penagihan biasanya pihak perusahaan tidak hanya menggunakan satu nomor telepon saja. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari adanya nomor yang di blokir.

  1. Kontak Darurat

Jika debitur tetap tidak merespon penagihan pembayaran pinjaman online, maka pihak perusahaan fintech landing akan menelepon kontak darurat yang tercantum pada waktu pengajuan pinjaman. Kontak darurat ini berisi nomor telepon keluarga, kerabat, hingga rekan kerja debitur. Dari upaya penagihan ini akan memunculkan tekanan psikologis berupa rasa malu karena orang-orang disekitarnya mengetahui bahwa debitur memiliki utang yang belum dilunasi. Hal ini dilakukan agar debitur merasa jera jika terus menunggak pembayaran.

  1. Menagih ke Lokasi Debitur

Jika setelah beberapa bulan penagihan pinjaman melalui telepon tetap saja tidak mendapat respon dan itikad baik dari debitur untuk segera membayar, maka pihak perusahaan fintech landing akan mendatangi lokasi debitur, seperti rumah maupun kantor tempat debitur bekerja untuk melakukan penagihan. Jadi, pinjam uang online dapat menagih dan datang ke rumah debitur melalui alamat domisili yang tertera di formulir pengajuan pinjaman.

Risiko yang Harus Ditanggung Debitur

Jika seorang debitur tetap saja menunggak pembayaran atau tidak bayar pinjam uang online, maka debitur akan mendapatkan sejumlah risiko yang akan berpengaruh terhadap pengajuan pinjaman di masa depan, bertambahnya beban utang, hingga ketidaktenangan kehidupan pribadi. Adapun, risiko yang akan ditanggung debitur apabila tidak bayar pinjam uang online, antara lain:

  1. Masuk Blacklist SLIK OJK

Per 1 Januari 2018, BI Checking telah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang ditangani oleh OJK. Jika debitur melakukan pinjam uang online di fintech landing yang memasukkan informasi kredit debitur ke SLIK OJK, maka kelancaran kredit debitur akan sangat diperhitungkan. Jika debitur tidak membayar angsuran tepat waktu, maka skor SLIK OJK akan memburuk dan berpotensi masuk ke blacklist (daftar hitam) Bank Indonesia. Jika hal ini sampai terjadi maka aplikasi pinjaman debitur di masa depan akan sulit diterima oleh bank maupun lembaga keuangan yang memasukkan SLIK OJK.

  1. Denda Keterlambatan dan Bunga yang Menumpuk

Jika debitur terlambat membayar angsuran pinjaman online tepat waktu, maka debitur akan dikenakan denda keterlambatan yang dihitung per hari terhitung sejak hari pertama debitur menunggak pembayaran. Sesuai dengan peraturan yang ditentukan oleh AFPI atau Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia), jumlah total biaya pinjaman online, seperti bunga, biaya-biaya dan denda ditentukan maksimum 100% dari pokok pinjaman. Selain itu, untuk beban bunga yang diterapkan adalah maksimal 0,8% per harinya. Hal ini pastinya sangat tinggi dibandingkan bunga pinjaman di perbankan maupun pegadaian. Terlebih jika denda keterlambatan yang dikenakan sebesar 0,8% per hari ditambah angsuran suku bunga dan pinjaman pokok yang lama menunggak, hal ini tentunya akan menambah beban finansial Anda untuk bisa melunasinya. Oleh karena itu, membayar angsuran pinjaman online tepat waktu akan menjadi pilihan yang bijak.

  1. Dikejar Debt Collector

Seperti kita ketahui, apabila penagihan pembayaran tidak direspon atau segera dilunasi, maka pihak perusahaan fintech landing akan menagih ke rumah ataupun kantor tempat debitur bekerja. Hal ini pastinya akan membuat kehidupan pribadi Anda terganggu dan tidak tenang. Menumpuknya utang yang belum dilunasi akan menjadi beban Anda setiap harinya. Terlebih dengan kedatangan debt collector ke lingkungan tempat tinggal Anda yang akan memunculkan kesan negatif ke masyarakat atau tetangga sekitar. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda menjalin komunikasi yang baik dengan perusahaan, membayar tepat waktu dan disiplin. Jika Anda mengalami masalah keuangan sehingga tidak bisa membayar angsuran mintalah keringanan kepada perusahaan ataupun perpanjangan tenor pinjaman sehingga beban cicilan utang yang harus Anda bayar semakin kecil.

  Cara Pinjam Uang Online Di Bank Bni Kalabahi